I.
Pendahuluan
1.
Pengertian Kreativitas 4P (Produk,
Proses, Pendorong, Pribadi)
Kreativitas merupakan suatu proses menghasilkan
sesuatu yang baru atau suatu bidang kajian yang kompleks yang menimbulkan
berbagai perbedaan dari berbagai pandangan. Perbedaan definisi kreativitas
tersebut pun merupakan definisi yang saling melengkapi, definisi kreativitas
tergantung pada segi penekanannya , kreativitas dapat didefinisikan dalam 4P
yaitu: pribadi, proses, pendorong, dan produk. Adapun penjelasan dari 4P,
yaitu:
1)
Produk.
Pada definisi ini berfokus pada produk kreatif yang menekankan pada
orisinalitas, yang berkemampuan untuk mengahasilkan sesuatu yang baru atau
mengkombinasikan sesuatu hal yang sudah ada sebelumnya.
Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.
Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.
2)
Proses.
Ditinjau
sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan
mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini,
menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya
lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya. Munandar (2002) mengemukakan bahwa
untuk mengembangkan kreativitas anak ada beberapa cara yang dapat digunakan
antara lain memberi kesempatan untuk menyibukkan diri secara kreatif,
merangsang individu untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kreatif,
memberikan kebebasan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara kreatif,
menghargai kreativitas individu, meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan
konstruktif yang diminati oleh individu. Dan Wallace dalam bukunya The
Art of Thought (dalam Afifa, 2007) menjelaskan langkah-langkah atau
tahapan dalam proses kreativitas yang meliputi tahap persiapan, inkubasi,
iluminasi dan verifikasi.
3)
Pendorong.
Definisi ini lebih menekankan pada faktor
dorongan internal dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk
menciptakan menjadi diri yang kreatif, kemudian ditambah dorongan eksternal
dari lingkungan sosial dan psikologis seperti, dorongan dari lingkungan
keluarga, pertemanan, dan guru.
4)
Pribadi.
Pada definisi ini kreativitas lebih difokuskan
pada individunya sendiri, yang dapat disebut sebagai bakat. Guilford
menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan yang ada dalam dirii
seseorang, hal ini juga erat kaitannya dengan bakat. Bakat tersebut bisa
seperti, bakat menyanyi, bakat menari, bakat menulis dsb.
2. Definisi Operasional dari Kreativitas
Kreativitas merupakan kemampuan yang
mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam
berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya,
memperinci suatu gagasan (Munandar dalam Basuki, 2010)
3. Definisi Kreativitas menurut Clark
Clark berdasarkan hasil berbagai
penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan: Kretivitas
merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu
sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan
dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting) (Jung
1961, Clark 1986).
II.
Teori-Teori Mengenai
Kreativitas
1. Teori-teori yang melandasi pengembngan
kreativitas yang meliputi:
a.
Teori Psikoanalisis. Pada umumnya teori-teori Psikonalisis melihat
kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah yang biasanya mulai di masa
anak-anak. Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang pernah mempunyai
pengalaman traumatis,yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang
disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari
trauma.
·
Teori Sigmund
Freud.
Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan
upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak
menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Sehingga biasanya mekanisme
pertahanan merintangi produktivitas kreatif. Meskipun kebanyakan mekanisme
pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru
merupakan penyebab utamadarikreativitas.
·
Teori Ernst
Kris.
Ernest Kris
menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi yaitu
kecenderungan untuk beralih ke perilaku pada tingkat perkembangan sebelumnya
yang memberi kepuasan jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi
kepuasan juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Orang-orang kreatif menurut
teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan dari alam pikiran
tidak sadar.
·
Teori Carl
Jung.
Ia juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting
dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari
dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif, akan
timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya. Prose inilah
yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
b.
Teori Humanistik. Berbeda dengan teori psikonalisi,teori humanistik
melihat kreativitas sebagai hasil dari psikologi tingkat tinggi. Tokoh-tokoh
humanistik percaya bahwa kreativitas dapat berkembang selama hidup.
·
Teori
Abraham Maslow.
Menurut Abraham Moslow,pendukung utama dari teori
humanistik,manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata
sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan
hierarki tertentu; kebutuhan primitif muncul pada saat lahir,dan kebutuhan
tingkat tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu.
· Teori Carl Rogers.
Menurut Carl Rogers tiga kondisi internal dari pribadi yang
kreatif adalah :
Ø Keterbukaan terhadap pengalaman.
Ø Kemampuan
untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal
locus evaluation).
Ø Kemampuan untuk bereksperimen,untuk
“bermain” dengan konsep-konsep.
Setiap orang yang memiliki ketiga ciri ini
kesehatan psikologisnya sangat baik. Orang ini berfungsi sepenuhnya,menghasilkan
karya-karya kreatif,dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi tersebut
juga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi.
·
Teori
Chikszentmihalyi
Menurut Teori Chikszentmihalyi (1996) yang
mengkaji ciri-ciri atau faktor-faktor yang memungkinkan atau membantu
kreativitas seseorang muncul dan berkembang. ia menegaskan bahwa mungkin ciri
pertama yang dapat memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah predisposisi
genetik(genetik predisposition) untuk ranah tertentu, selain itu juga
yang terpenting adalah minatpada usia dini untuk ranah
tertentu,kemudian minat itulah yang menjadikan mereka terlibat
secara mendalam terhadap ranah itu,sehingga mencapai kemahiran dan keungulan
kreativitas. Seseorang juga memerlukan akses terhadap satu bidang (access
to a domain).hal ini banyak bergantung pada faktor keberuntungan. lahir dan
tumbuh dalam keluarga yang cukup mampu yang memungkinkan untuk masuk
kesekolah-sekolah yang terbaik,tersedianya sarana-prasarana,adanya pembinaan
atau mentor dalam bidang yang dimainati,sangat membantu mengebangkan bakat
serta sama pentingnya adalah access to a field,mampu
berkomunikasi dan berinteraksi dengan sejawat dan tokoh-tokoh yang penting
dalam bidang yang digeluti,memperoleh informasi yang terakhir,mendapat
kesempatan utnuk bekerja bersama pakar-pakar lain dalam bidang itu adalah
hal-hal yang sangat penting untuk mendapatkan pengakuan dan
penghargaan dari orang-orang penting. Chikszentmihalyi mengemukakan
bahwa yang terutama menandai orang-orang kreatif adalah kemampuan mereka yang
luarbiasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk
melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya. Kepribadian kreatif
dapat menunjukkan ciri-ciri yang seperti bertentang atau paradoksal
dari keempat prespektif kreativitas (pribadi,pendorong,proses,dan
produk) mungkin yang paling menentukan perwujudan kreativitas
adalah aspek pribadi.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar