SOFTSKIL:
TUGAS II
PSIKOLOGI
MANAJEMEN
Nama
: Mislia Ainun Nisa
NPM
: 16514674
Kelas
: 3PA17
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
PTA
2014/2015
I
PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
A.
Pengertian Struktur Organisasi
Setiap perusahaan pada umumnya mempunyai struktur
organisasi. Penyusunan struktur organisasi merupakan langkah awal dalam memulai
pelaksanaan kegiatan perusahaan dengan kata lain penyusunan struktur organisasi
adalah langkah terencana dalam suatu perusahaan untuk melaksanakan fungsi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Pengertian yang
jelas tentang struktur organisasi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
1.
Struktur
organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan
kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan
dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284).
2.
Struktur
organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana
organisasi dikelolah (Handoko, 2003:169).
3.
Struktur
organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan (Gibson dkk,
2002:9).
B. Fungsi Dari Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang
akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan
oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi
manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama
Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi
manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan
mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi
empat, yaitu:
1.
Perencanaan
(planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang
dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi
berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat
apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan
perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2.
Pengorganisasian
(organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan
dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus
mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus
diambil.
3.
Pengarahan
(directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial
dan usaha.
4.
Controlling atau
pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen
yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan
tujuan yang telah digariskan semula.
B.Manfaat Struktur Fungsional dan Divisional
1. Struktur
Fungsional
Pada
Struktur fungsional, para pekerja dengan kecakapan kerja yang hampir sama
melakukan tugas – tugas yang sejenis ditempatkan secara bersama dalam kelompok
– kelompok formal. Kelompok – kelompok ini secara khusus dibentuk dari para
pekerja yang terbagi dalam keahlian teknik, kepentingan – kepentingan dan
tanggung jawab.
Struktur fungsional baik digunakan dalam organisasi kecil dan organisasi yang tidak begitu kompleks yang berhubungan dengan satu atau beberapa produk pelayanan. Struktur ini juga dapat berjalan dengan baik di lingkungan kerja yang relatif stabil yang mengijinkan organisasi untuk menemukan strategi – strategi yang relatif stabil. Keuntungan yang didapat jika menggunakan struktur fungsional adalah :
Struktur fungsional baik digunakan dalam organisasi kecil dan organisasi yang tidak begitu kompleks yang berhubungan dengan satu atau beberapa produk pelayanan. Struktur ini juga dapat berjalan dengan baik di lingkungan kerja yang relatif stabil yang mengijinkan organisasi untuk menemukan strategi – strategi yang relatif stabil. Keuntungan yang didapat jika menggunakan struktur fungsional adalah :
1. Skala
ekonomis dengan penggunaan sumber daya secara efisien.
2. Tugas –
tugas yang konsisten dengan pelatihan – pelatihan teknis.
3. Pemecahan
masalah teknis yang berkualitas tinggi.
4. Pelatihan
yang mendalam dan perkembangan kecakapan kerja dalam fungsi – fungsi.
5. Jenjang
karier yang jelas dalam fungsi – fungsi.
2.
Struktur Divisional
Sedangkan pada struktur
divisional dapat digunakan dengan mengelompokkan para pekerja dengan kecakapan
kerja dan tugas – tugas yang beragam namun bekerja untuk produk yang sama,
melayani pelanggan – pelanggan yang sama dan atau beroperasi pada daerah
geografis yang sama.
1.
Struktur produk
Struktur
produk dikelompokkan bersama para pekerja dan aktivitas pekerjaan mereka pada
satu produk atau jasa. Mereka dapat mengidentifikasikan dengan jelas tang jawab
– tanggung jawab manajerial untuk produk – produk khusus atau jasa. Biaya,
laba, masalah, dan kesusksesan dapat ditemukan pada sebuah tanggung jawab
pokok. Akibatnya para manajer didukung untuk responsive terhadap perubahan
permintaan pasar dan selera pelanggan. Hal ini biasa terjadi dalam organisasi
yang besar yang struktur produknya bahkan mungkin sudah global.
2.
Struktur pasar –
struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar
tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa
pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi
dalam struktur.
3.
Struktur
geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya
ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti
struktur zona wilayah. Jika korporasi diorganisir berbasis divisi, akan memerlukan
lapisan manajemen ekstra (kepala divisi) antara manajemen puncak dan para
manajer fungsional. Fungsi baku kemudian didesain sekitar produk, pelanggan
atau teritori. Inovasi akhir-akhir ini mengenai ini adalah digunakannya SBUs
atau Strategic Business Units. Kelompok-kelompok organisasi yang terdiri dari
segmen produk-pasar yang terpisah dan independen diidentifikasi dan diberikan
tanggung jawab besar dan otoritas untuk mengelola wilayah fungsinya.
Manfaat Struktur
Divisional
–
Perkerjaan
keseluruhan lebih mudah dikoordinasikan prestasi kerja tinggi dapat dipertahankan,
–
Keputusan lebih
cepat,
–
Lebih mudah
untuk menilai prestasi kerja,
–
Pengembangan dan
strategi dekat dengan lingkungan,
–
Memberikan
landasan pelatihan bagi para majer strategis
–
Lebih terfokus pada produk, pasar dan
tanggapan cepat terhadap perubahan,
–
Spesialisasi
fungsional masih terpelihara pada masing-masaing divisi.
D. Kerugian Struktur Fungsional dan Divisional
1. Kerugian
Struktur Divisional
Struktur
divisional , perusahaan yang berada pada struktur ini adalah perusahaan yang
terdiri dari perusahaan induk dan beberapa perusahaan anak. Dimana hal ini akan
menambah biaya baik itu dari produksi ataupun transportasi kalau misalnya
perusahaan bergerak dalam bidang dagang. Dan dibangdingkan dengan struktur
fungsional , struktur divisional lebih besar dan sangat rumit. Kerugian dari
struktur divisional adalah :
1.
Menambah biaya
karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
2.
Kompetisi
disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara keseluruhan
3.
Kesulitan dalam
mempertahankan citra perusahaan
4.
Terlalu
menekankan pada kinerja jangka pendek
Itulah yang menjadi kelemahan dan
masalah pada umumnya perusahaan yang menggunakan struktur divisional , secara
umum permasalahan tersebut bisa teratasi apabila setipa manajer yang
ditempatkan ditiap divisi sesuai dengan kemampuan dan keahliannya dibidang
tersebut, sehingga dapat mengatur para staff dan bawahannya dengan baik, dengan
hal tersebut perusahaan agar berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan
perusahaan.
2. Kerugian
Struktur Fungsional
Struktur
Fungisional jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan
fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang
dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis
fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service
Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan
Administratif .
1.
Dalam struktur fungsional
pekerjaan terbagi kedalam sub-unit berbasis kepada fungsi seperti produksi,
finansial dan pemasaran.
2.
Struktur
fungsional memungkinkan perusahaan mendapat manfaat dari para spesialis dan
berhadapan dengan produksi yang kompleks atau permasalahan pelayanan distribusi
dengan lebih efisien dari yang mungkin dilakukan oleh orang yang menjalankan
tugas yang tidak memiliki spesialisasi.
3.
Struktur
fungsional memadai sepanjang manajemen puncak mau menginvestasikan energi untuk
mengkoordinasikan banyak aktivitas.
4.
Bentuk channel
vertikal yang panjang untuk komunikasi dan otoritas cenderung membuat
perusahaan tidak fleksibel untuk menghadapi lingkungan yang terus
berubah, tetapi sangat berhasil jika tidak memerlukan proses adaptasi dan
menempatkan prediksi sebagai kegiatan penting.
E. Contoh Kasus
Banyak kinerja
karyawan suatu perusahaan yang tidak memuaskan. Setelah melakukan kroscek,
ternyata banyak banyak karyawan yang bekerja tidak sesuai bidangnya, dimana
fungsi struktur fungsional dan divisioanal tidak berjalan dengan semestinya. Banyak
karyawan yang ditempatkan di departemen yang kurang tepat pada perusahanya,
yang mengakibatkan kurang maksimalnya kinerja karyawan tersebut.
II
ACTUATING DALAM
MANAJEMEN
A.
Pengertian dari Actuating Dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan
(actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi
perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek
abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan
pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Dalam
hal ini, George R. Terry (1986)mengemukakan bahwa actuating merupakan
usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran
anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin
mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating)
tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan,
dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat
melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung
jawabnya.
B.
Pentingnya Actuating dalam Manajemen
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang
berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan
pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan
seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas.
Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi
dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas,
fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai
visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
C.
Prinsip Actuating dalam Manajemen
Pengarahan merupakan hubungan manusia dalam
kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan
menyumbangkan tenaganya secara etektit serta efisien dalam pencapaian tujuan
suatu organisasi. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks
karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari
manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah lakunya
yang berbeda-beda.
Daftar Pustaka
elearning.amikom.ac.id/index.../20120926_SIM%20for%20TI.pdf
aeunike.lecture.ub.ac.id/files/2012/12/Pertemuan-15-PTI.pdf
https://www.scribd.com/doc/105529350/manajemen-pelaksanaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar