
Nama : Mislia Ainun Nisa
NPM : 16514674
Kelas : 3PA17
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2014/2015
A. Controlling Fungsi Manajemen
1. Pengertian Dari Controlling Fungsi Manajemen
Pengawasan atau disebut juga pengendalian, yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kerja terhadap tujuan perusahaan. Dengan kata lain, pengontrolan atau pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Terdapat tiga hal penting dalam pengawasan antara lain:
1. Menentukan standar atau tolok ukur prestasi kerja
2. Mengukur hasil kerja dengan standar yang ada
3. Membandingkan prestasi dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan
4. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki hasil kerja yang tidak sesuai dengan standar atau tolok ukur.
2. Langkah-langkah Controlling Fungsi Manajemen
Fungsi pengawasan adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki. Untuk dapat menjalankan pengawasan, ada beberapa tahapan / langkah yang disebut proses pengendalian manajemen, yaitu:
1. Perencanaan strategi
2. Penyusunan anggaran
3. Pelaksanaan anggaran
4. Evaluasi kerja
3. Tipe Dalam Controlling Fungsi Manajemen
Tipe-tipe dalam controlling terdiri dari empat tipe, yaitu:
1. Pengawasan pendahuluan
Dirancang untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
2. Pengawasan yang dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan
Merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan, untuk menjadi semacam peralatan “double kick” yang telah menjamin ketepatan pelaksaan kegiatan.
3. Pengawasan umpan balik
Mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.
4. Strategi Controlling Dalam Sebuah Organisasi
Salah satu strategi dalam pengawasan adalah dengan cara membuat gravik, misalkan seperti ini, seorang leader disetiap shift kerja membuat gravik untuk melihat selama sebulan karyawannya datang tepat waktu atau tidak ke tempat kerja, tingkatan gravik tersebut mulai dari telat 5 menit, 10 menit, 15 menit, sampai 1 jam jangka waktu telatnya. Setelah sebulan dapat terlihat karyawan mana yang sering telat dalam jangka waktu telat yang masih bisa ditolerir (5 – 10 menit) dan yang telat dalam jangka waktu yang tidak bisa ditolerir (15-1 jam), lalu siapa karyawan yang paling sering telat, setelah melihat hasil gravik pihak perusahaan bisa memberikan SP atau punishment yang setimpal untuk karyawan tersebut. Tujuan hal tersebut dilakukan atau menjadi salah satu contoh strategi dalam pengawasan adalah agar setiap karyawan yang bekerja sadar akan peraturan yang harus dipatuhi, salah satunya adalah datang tepat waktu ke tempat kerja.
B. Kekuasaan dan Pengaruh
1. Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjeksekaligus objek dari kekuasaan.
2. Sumber-sumber Kekuasaan
Sumber – sumber kekuasaan terdiri dari tiga sumber, yaitu:
1. Kekuasaan bersumber pada kedudukan
a. Kekuasaan formal/legal
b. Kekuasaan atas sumber dan ganjaran
c. Kendali atas hukuman
d. Kendali atau informasi
e. Kendali ekologik
2. Kekuasaan bersumber pada kepribadian
a. Keahlian atau keterampilan
b. Persahabatan atau kesetiaan
c. Kharisma
3. Kekuasaan bersumber pada politik
a. Kendali atas proses pembuatan keputusan
b. Koalisi
c. Partisipasi
d. Institusional
3.Pengertian Pengaruh
Pengaruh (influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.” Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
4. Pengaruh Taktik Dalam Organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempen-garuhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya. Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
1. Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
2. Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
3. Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanaka.
4. Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
6. Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
7. Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
8. Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
9. Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.
5. Kasus Tentang Kekuasaan dan Pengaruh Pada Sebuah Organisasi
Contohnya seperti, seorang ketua komunitas atau organisasi sejenis ketuanya tersbeut membuat peraturan untuk keberlangsungan komunitas atau organisasinya. Peraturan tersebut sudah dipatenkan oleh ketuanya, dan disetiap peraturan tersebut jika anggotanya ada yang tidak menaati peraturan tersebut akan mendapatkan sanksi, kecuali jika ada alasan yang konkret dibelakang dia tidak menaati peraturan. Dan pada suatu hari, sang ketua organisasi tersebut melanggar salah satu aturan yang ada, yang sudah dibuat ketua tersebut, alasan ketua tersebut tidak bisa dikatakan konkret, lalu ketua tersebut pun tidak menjalankan sanksi karena dia sudah melanggar peraturan. Dan pada akhirnya seiring berjalannya waktu, peraturan tersebut sudah mulaihilang karena anggota yang lainnya menganggap untuk apa menaati peraturan tersebut jika ketuanya saja tidak bisa konsekuen.
Saran saya untuk kasus tersebut adalah, jika seorang ketua sudah membuat peraturan untuk organisasinya apalagi peraturan tersebut sudah dipatenkan maka ketua tersebut harus menjadi salah satu orang yang paling konsisten dan konsekuen atas peraturan yang sudah dia buat agar dia bisa menjadi contoh yang baik untuk anggotanya yang lain, serta tujuan untuk keberlangsungan organisasinya berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Daftar Pustaka
Imamul,Arifin.(2007).”Membuka cakrawala ekonomi”.Bandung:PT. Setia purna invest
Gary Yulk,kepemimpinan dalam organisasi,PT indeks,Jakarta,2007
www.manajemen kepemimpinan.com
www.kepemimpinan startegik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar